Rod Petir dan Tindakan Pelindung Lainnya

Bangunan tinggi, tempat tinggal pertanian serta bangunan yang lain yang rawan pada sambaran petir sering diperlengkapi dengan penangkal petir. Pelepasan penangkal petir di satu bangunan yaitu aksi perlindungan yang di buat membuat perlindungan bangunan bila berlangsung sambaran petir. Rencana penangkal petir awalannya diperkembang oleh Ben Franklin.

Franklin menyarankan kalau penangkal petir mesti terbagi dalam tiang logam runcing yang meluas ke atas bangunan yang ditujukan membuat perlindungan. Franklin merekomendasikan supaya penangkal petir membuat perlindungan satu bangunan dengan satu dari dua cara. Pertama, batang berperan untuk menghindar awan bermuatan melepas segumpal petir. Serta ke-2, petir berperan untuk dengan aman mengalihkan petir ke tanah bila awan itu melepas kilatnya lewat baut.

Teori Franklin mengenai pengoperasian batang petir sudah bertahan sepanjang sebagian era. Serta tidaklah sampai sebagian dekade paling akhir, riset ilmiah memberi bukti untuk mengkonfirmasi langkah mereka beroperasi membuat perlindungan bangunan dari rusaknya petir. Yang pertama dari dua teori yang diserahkan Franklin seringkali dikatakan sebagai teori disipasi petir. Menurut teori, pemakaian penangkal petir pada bangunan membuat perlindungan bangunan dengan menghindar sambaran petir. Idenya didasarkan pada prinsip kalau kemampuan medan listrik besar di sekitaran benda yang runcing. Medan listrik yang kuat yang melingkari benda runcing berperan untuk mengionisasi udara di sekelilingnya, hingga tingkatkan kekuatan konduktifnya.

Teori disipatif menyebutkan kalau waktu awan badai mendekat, ada jalur konduktif yang terjadi pada awan bermuatan statis serta penangkal petir. Menurut teori, muatan statis dengan bertahap bermigrasi selama jalur ini ke tanah, hingga kurangi peluang debet mendadak serta eksplosif. Pendukung teori disipasi petir memiliki pendapat kalau peranan paling utama penangkal petir yaitu melepas awan dalam periode waktu yang lebih lama, hingga menghindar penimbunan muatan terlalu berlebih yang disebut karakter pemogokan petir.

Yang ke-2 dari teori Franklin mengenai pengoperasian penangkal petir yaitu basic teori pengalihan petir. Teori pengalihan kilat menyebutkan kalau batang penerangan membuat perlindungan bangunan dengan sediakan jalur konduktif muatan ke Bumi. Batang petir umumnya dilekatkan pada kabel tembaga tidak tipis ke batang pengikat yang dikuburkan di Bumi di bawahnya. Pelepasan mendadak dari awan juga akan ditarik ke arah penangkal petir yang tinggi tetapi dengan aman diarahkan ke Bumi, hingga menghindar terjadinya rusaknya pada bangunan. Batang petir serta kabel yang terpasang serta tiang tanah memberi jalur resistansi rendah dari lokasi diatas bangunan ke tanah di bawahnya.

Dengan mengalihkan muatan lewat system perlindungan petir, bangunan itu terlepas dari rusaknya yang berkaitan dengan beberapa besar muatan listrik yang melaluinya. Peneliti petir saat ini biasanya percaya kalau teori disipasi petir memberi jenis yg tidak akurat mengenai bagaimana batang petir bekerja. Memanglah benar kalau ujung penangkal petir dapat mengionisasi udara di sekelilingnya serta membuatnya lebih konduktif.

Tetapi, dampak ini cuma meluas sepanjang sebagian mtr. diatas ujung petir. Sebagian mtr. konduktivitas yang disempurnakan diatas ujung batang tidak dapat keluarkan awan besar yang membentang sejauh sebagian km.. Sayangnya, sekarang ini belumlah ada cara mencegah kilat yang diverifikasi dengan ilmiah.

Updated: March 16, 2018 — 2:17 am
Brenda Blog © 2018 Frontier Theme